Qalbun Salim membeli lahan seluas 4.550m2

Alhamdulillah, kurang dari tiga tahun sejak didirikan pada 22 Januari 2008 dan lebih kurang hanya dua tahun sejak penggalangan dana dimulai dalam rangka pengadaan lahan Pesantren Ihya’ Qalbun Salim yang representative, pada 22 November 2010 di hadapan Notaris Udin Nasrudin, SH (kedua dari kanan pada foto di atas) Ketua Yayasan Ihya’ Qalbun Salim (paling kanan) dan pejabat Bank ICB Bumiputera (kedua dari kiri) menandatangani akta pengikatan jual beli atas sebidang lahan seluas 4.550 m2 yang terletak di Kelurahan Pisangan, Ciputat,  Tangerang, Banten. 

Sejak penandatanganan itu, Pesantren dengan resmi telah memiliki sebuah lahan milik sendiri yang representatif.  Lahan kosong tersebut diperoleh dengan harga Rp1.000.000.000 (satu milyar Rupiah).

Informasi lahan

Secara administrasi, lahan terdiri dari tiga persil tanah kosong yang bersebelahan. Lahan baru ini berlokasi 5 menit dari rumah tinggal Dr. H. Rusli Hasbi, MA (pengasuh pesantren). Lokasi juga bisa dicapai 5 menit dari Kampus UIN Jakarta. Notaris sebelumnya telah mengecek ke Badan Pertanahan Nasional tentang keabsahan surat-surat pemilikan tanah dan Bank ICB Bumiputera selaku penjual telah menjamin bahwa tanah tersebut bebas dari sengketa dan masalah hukum.

Donatur

Daar_el_Hajj, grup jamaah haji bimbingan Dr. H. Rusli Hasbi, MA, yang diketuai Ir. H. Bambang Sutadi telah memfasilitasi pengadaan lahan seluas 4.550 m2 tersebut. Para jamaah Daar_el_hajj bahu-membahu dalam menggalang dana hingga batas waktu terakhir yang diberikan Bank ICB Bumiputera untuk pelunasan harganya, yaitu 19 November 2010. Harus diapresiasi bahwa grup informal ini menyumbang sekitar 50% dari uang yang dibutuhkan Pesantren untuk membeli lahan tersebut. Warga Indonesia di Qatar menyumbang sekitar 20%, dan sisanya dari donatur lainnya yang tersebar di dalam dan luar negeri.

Corporate Social Responsibility

Perlu juga diketahui bahwa lahan tersebut sebelumnya merupakan Aset Yang Diambil Alih (AYDA) Bank ICB Bumiputera. Bank patungan lokal dan asing tersebut telah memberikan kemudahan signifikan dengan menyatakan bahwa harga yang dibayar Pesantren hanya 80% dari harga sebenarnya. Sisa 20% (senilai Rp 250 juta) yang tidak perlu dibayarkan merupakan partisipasi Bank dalam dalam Corporate Social Responsibility-nya.  Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa harga NJOP tanah tersebut lebih tinggi daripada nilai transaksi. Menurut informasi yang belum dapat kami konfirmasi, NJOP tanah tersebut setara dengan Rp 2,3 milyar (Rp500 ribu-an dikalikan luas lahan 4.550 m2).

Note:  Ikut hadir pada penandatanganan di atas Taufik M. Abubakar, Bendahara Yayasan (paling kiri), H. Wahyu Eko Wardono (ketiga dari kiri), Ir. H. Bambang Sutadi (keempat dari kiri), dan dr. H. Yan  Herman (mengambil foto, tidak tampak dalam gambar).

LOWONGAN: Kepala Asrama Qalbun Salim

DICARI SEORANG KEPALA ASRAMA DENGAN KRITERIA:

  1. Pria;
  2. Belum menikah;
  3. Lulusan S1 jurusan salah satu bidang studi Agama Islam;
  4. Sehat jasmani dan rohani;
  5. Tidak merokok;
  6. Diutamakan yang menguasai Bahasa Arab;
  7. Diutamakan yang sudah bekerja;
  8. Lulus ujian wawancara.

untuk ditempatkan sebagai kepala asrama Pesantren Ihya’ Qalbun Salim untuk periode 2 (dua) tahun. Rincian tugas yang bersangkutan:

  1. menjadi “role model” bagi santri yang tinggal;
  2. mengawasi santri dan menyampaikan laporan kepada pembina pesantren;
  3. mengisi kegiatan apabila guru yang dijadwalkan berhalangan;
  4. tinggal dan menetap di asrama.

Peminat dapat menghubungi telp 021 7591 7703 untuk informasi lebih lanjut atau langsung mengirimkan lamaran via email ke admin@ruslihasbi.com. [menyumbang?]

Wakaf Rp100 Juta Dijanjikan

Angin segar kembali berhembus pada Rabu yang sejuk, 17 Februari 2010. Seorang hamba Allah yang tidak bersedia disebutkan namanya menghubungi Dr. H. Rusli Hasbi, MA via telepon dan menyampaikan kesediaannya untuk mewakafkan Rp100 juta untuk pengadaan lahan Pesantren Ihya’ Qalbun Salim dalam tahun ini. Beliau juga turut menyumbang untuk operasional pesantren sebesar Rp 10 juta yang ditransfer langsung ke rekening pesantren di bank.

Mengomentari berita di atas, Taufik M. Abubakar, bendahara Yayasan Ihya’ Qalbun Salim yang menaungi pesantren tersebut, berkata:

Allahuakbar!..3x, terimakasih informasinya. Saya siap mendoakan beliau dan juga utk orang-orang yg sudah membatu IQS termasuk Pak Nas, Abi dan dll bersama keluarga (sesungguhnya dia telah membantu dirinya sendiri menuju pintu surga Allah).

Walaupun kami tidak bisa sebutkan identitasnya, yang bersangkutan adalah salah seorang jamaah haji yang mendapat bimbingan langsung Dr. H. Rusli Hasbi, MA pada musim haji 2009. Semoga Allah memudahkan semua urusannya dan menjaganya selalu.

Sebelumnya, Bapak H. Said Umar Husin dan keluarga menyampaikan komitmen untuk menyumbangkan Rp250 juta untuk pengadaan lahan Pesantren Ihya’ Qalbun Salim.

Perlu juga kami sampaikan secara ringkas, bahwa jumlah wakaf terkumpul hingga 16 Februari 2010 (tidak termasuk kedua komitmen di atas) sudah mencapai Rp 410.572.610 dan sebidang tanah kosong di Parung, Jawa Barat, seluas 2.300 meter persegi. 

Dana keseluruhan yang diperlukan untuk pengadaan 5.000 meter persegi lahan diperkirakan sekitar Rp 2,5 milyar.

Saat ini Pesantren Ihya’ Qalbun Salim dioperasikan di atas sebidang lahan milik Bapak Drs. H. Rudy Lengkong yang terletak di Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Kebersamaan di Pesantren

Kebersamaan

Pesantren identik dengan kebersamaan. Sepuluh mahasantri yang merupakan kader-kader pilihan dididik untuk memiliki rasa kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai. Nilai kebersamaan yang ditanamkan di pesantren bisa dilihat dari tradisi masak bersama dan makan bersama. Tentunya, tradisi ini diakhiri dengan mencuci bersama piring dan peralatan masak yang telah digunakan.

Ujian Akhir Semester (UAS)

Tak terasa pendidikan di Pesantren Ihya’ Qalbun Salim telah berlangsung selama satu semester. Pada tanggal 24 sampai 29 Januari 2010, mahasantri mengikuti UAS. UAS dilakukan untuk mengevaluasi hasil pengajaran yang telah dilaksanakan selama satu semester. “Selamat mengikuti UAS, semoga memperoleh nilai yang baik,” tulis Ustadz Andi Rahman, MA dalam emailnya kepada redaksi.

Dibuka Kelas Perdana Ma’had Pengkaderan Dai di Jakarta

Lahan 3000m Legoso 043Disaksikan ratusan hadirin yang memadati dua balai bambu di bilangan Fatmawati Jakarta Selatan, Dr. H. Rusli Hasbi, MA (pembina pesantren Ihya’ Qalbun Salim) dengan resmi membuka kelas perdana Ma’had Pengkaderan Dai Pesantren Ihya’ Qalbun Salim pada Rabu, 11 November 2009. Hadir memberikan ucapan selamat antara lain Drs. H. Rudy Chairul Lengkong dan keluarga.

Rudy Lengkong adalah pemilik lahan dan bangunan yang digunakan pesantren tersebut untuk menampung kesepuluh mahasantri angkatan I yang mulai belajar Rabu malam itu. Seperti pada pesantren modern lainnya, para mahasantri Pesantren Ihya’ Qalbun Salim mengikuti kuliah di perguruan tinggi masing-masing pada siang hari dan pendidikan pesantren setiap malam dan ba’da shalat subuh. Tempat yang sama juga digunakan untuk kajian umum setiap Rabu malam yang dihadiri ratusan santri dari berbagai pelosok Jabodetabek dan untuk Taman Pendidikan Quran yang diikuti anak-anak warga setempat.  Pihak pesantren sedang mengupayakan lahan milik sendiri untuk menampung berbagai kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Rusli Hasbi menegaskan misinya mendirikan ma’had pengkaderan, yaitu mencetak kader-kader dai (dalam arti yang luas) yang mampu mewarnai umat menuju pengamalan Islam yang benar. Dia berharap bahwa para mahasantri setelah lulus nanti (dalam 3 tahun) menjadi pemuda garda terdepan dalam membina umat di seluruh Nusantara bahkan luar negeri. 

Selain dihadiri Rudy Lengkong, pembukaan kelas perdana tersebut juga disaksikan H. Husaeri dari Badan Dakwah Islamiyah (BDI) Pertamina Pusat. BDI Pertamina adalah salah satu sponsor pengadaan lahan bagi Pesantren Ihya’ Qalbun Salim. Saat ini sudah terkumpul wakaf masyarakat sebesar Rp 350 juta, dari Rp 5 milyar yang ditargetkan untuk tujuan tersebut.

Untuk membiayai program Pengkaderan Dai, pengurus membutuhkan dana sekitar Rp 300 ribu/bulan per mahasantri. Untuk membiayai pendidikan 10 (sepuluh) mahasantri diperlukan sekitar Rp 3.000.000/bulan. Para donatur dapat berpartisipasi untuk menjadi orangtua asuh dengan cara menentukan sendiri berapa mahasantri yang ingin diasuh. Orangtua asuh yang berminat dapat menghubungi pengurus di (021) 7591 7703 atau langsung ketua Yayasan Ihya’ Qalbun Salim di 0812 131 5108.

Kami juga menerima bantuan melalui PayPal dan kartu kredit (Amex, MasterCard, dan VISA). Untuk menyalurkan bantuan secara online silakan klik pada logo di bawah ini:

btn_donatecc_lg_global

Pengumuman Penerimaan Mahasantri

DSC00111Pesantren Qalbun Salim sudah menyelesaikan proses seleksi (ujian tertulis dan wawancara) terhadap 29 calon mahasantri Ma’had Pengkaderan Da’i Pesantren Qalbun Salim. Ikut menjadi penguji H. Nasrussalam Zakaria, SE, MS (ketua Yayasan Ihya’ Qalbun Salim), Hj. Rafiqah Ahmad, Lc, MA (pembina) dan Andi Rahman, MA (pengasuh).

Dalam rangka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk memperdalam ilmu dakwah bersama Dr. H. Rusli Hasbi, MA dan guru-guru lainnya, seluruh peserta yang sudah mendaftar dinyatakan LULUS dan diizinkan mengikuti program yang akan dibuka (hari pertama belajar) pada 14 Oktober 2009. Namun, karena terbatasnya tempat dan ruang di pemondokan, hanya 10 (sepuluh) yang dapat ditampung di pondok pesantren tersebut. Sisanya mengikuti pendidikan tanpa pemondokan (tinggal di tempat sendiri).

Daftar ke-10 mahasantri (nama, tempat dan tanggal lahir, universitas asal/fakultas) yang diterima untuk masuk pondok Ma’had Pengkaderan Da’i Pesantren Qalbun Salim angkatan I tahun 2009 adalah sebagai berikut:

  1. Ahmad Fauzi (Jakarta, 7 Februari 1989, UIN/Dirasat Islam);
  2. Amiruddin (Bali, 12 Desember 1985, LIPIA/Syariah);
  3. Bustanul Firdaus (Lamongan, 12 September 1987, LIPIA/Takmily);
  4. Endi Ubaidillah (Pandeglang, 12 Juni 1983, UIN/Politik Islam);
  5. Idris (Dili, 23 April 1984, UIN/Dirasat Islam);
  6. Khairuddin (Sampang, 15 Maret 1989, UIN/Dirasat Islam)
  7. Reza Aditya Azhari (Magetan, 8 Juli 1986, LIPIA/Takmily);
  8. Shohibul Hujjah (Pasuruan, 28 April 1988, UIN/Komunikasi Penyiaran Islam);
  9. Suhendi (Sukabumi, 10 Mei 1988, UIN/Dirasat Islam); dan
  10. Zakaria Anshori (Cianjur, 19 Juni 1988, PTIQ/Tafsir Hadits).

DSC00114DSC00112

Selamat kepada seluruh calon mahasantri yang telah dinyatakan LULUS ujian seleksi dan khususnya yang diterima untuk “mondok” di Pesantren Qalbun Salim, Jakarta Selatan. Para calon mahasantri diminta menghubungi pengurus Pesantren di 021 7591 7703 untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci tentang tatacara pendaftaran ulang dan logistik lainnya.

Penerimaan Mahasantri Qalbun Salim

6062120Pesantren Qalbun Salim membuka pendaftaran mahasantri baru (Angkatan I) tahun ajaran 2009/2010. Para mahasantri akan dibimbing langsung oleh Dr. H. Rusli Hasbi, MA, Prof. Dr. H. M. Quraish Shihab, MA, dan guru-guru berpengalaman lainnya. Sebanyak 12 (dua belas) mahasiswa perguruan tinggi Islam akan direkrut untuk program ini.

Keunggulan: mencetak ulama yang dai

Masa pendidikan: 3 tahun

Persyaratan:

  1. Laki-laki tidak merokok
  2. Berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi agama Islam
  3. Memiliki komitmen terhadap dakwah
  4. Energik dan tidak putus asa
  5. Mengisi formulir pendaftaran dengan menyertakan:
    • Foto kopi ijazah MA atau SLTA;
    • Foto kopi KTP; dan
    • Pas foto 4×6 cm sebanyak 4 lembar.

Jadwal:

  • Pendaftaran: 1 September – 1 Oktober 2009
  • Seleksi tulis (Bahasa Arab dasar) :6 Oktober 2009
  • Seleksi lisan ( Bahasa Arab dasar dan Wawancara): 9 Oktober 2009
  • Pengumuman hasil seleksi: 13 Oktober 2009
  • Mulai belajar: 14 Oktober 2009

2 - BalaiFasilitas:

  1. Asrama
  2. Gratis biaya pendaftaran dan biaya pendidikan

Formulir Pendaftaran:

Formulir pendaftaran di sini ==> download

Kirimkan formulir yang sudah diisi lengkap ke Pesantren Qalbun Salim, Jl. H. Niman No. 7, RT 07/04, Cilandak Barat, Jakarta 12430, atau via email ke admin@ruslihasbi.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.