Lima Da’i Berangkat ke Tanah Karo untuk Memperkuat Akidah Umat

airasiaa320Lima da’i diberangkatkan dari Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2009, untuk menyelamatkan lebih dari 300 warga masyarakat yang baru mendapat hidayah (muallaf) di salah satu wilayah terpencil di Tanah Karo, Sumatra Utara. Kelima mujahidin dengan tujuan akhir Kaban Jahe, Tanah Karo, Sumatra Utara, bertolak pada pukul 10.50 WIB dengan pesawat Air Asia tujuan Medan. Mereka disambut oleh Ustadz Abdur Razaq, Koordinator Da’i untuk Tanah Karo, di Bandara Polonia sebelum melanjutkan perjalanan jihad mereka ke Kaban Jahe.

Kegiatan pengiriman da’i ini merupakan kerja sama antara Yayasan Ihya’ Qalbun Salim dan Badan Dakwah Islam (BDI) PT Arun NGL, Lhokseumawe, Aceh. BDI PT Arun NGL menyediakan sarana dan fasilitas selama para da’i dalam perjalanan dan bertugas di tempat tujuan sedangkan Qalbun Salim menyeleksi dan mempersiapkan para da’i serta memonitor pelaksanaan kegiatan.

Latar Belakang

Pengiriman da’i ke Tanah Karo dilatarbelakangi tuntutan kondisi di mana umat Islam di sana masih sangat minim pengetahuan keislamannya, aqidahnya lemah sehingga sangat mudah berpindah agama. Setelah tim dakwah dari BDI PT Arun NGL melakukan kegiatan dakwah selama lebih kurang tiga tahun di sana, banyak masyarakat Tanah Karo tertarik memeluk Islam sementara pembimbingnya tidak ada. Karena keterbatasan tenaga dan waktu dari tim BDI untuk melakukan kegiatannya di Tanah Karo, maka mereka hanya bisa melakukan pembimbingan sekali dalam sebulan atau bahkan sekali dua bulan. Di samping sibuk bekerja sebagai karyawan PT Arun, tim da’i juga sibuk dengan tugasnya sebagai pengajar di Pesantren Ihyaussunnah. Mengingat kebutuhan tersebut dan kesulitan yang dihadapi, H. Kertasih Suherman mencoba menghubungi Dr. H. Rusli Hasbi, MA agar dapat mengirim da’i yang mau berjihad di Tanah Karo.

Da’i yang dikirim terdiri dari para ustadz muda yang memiliki pemahaman dan pengamalan Islam yang tinggi, mempunyai jiwa dakwah yang kuat dan siap secara fisik dan mental. Mereka adalah: 1)Ustadz Muhammad Iskandar (asal Aceh), 2) Ustadz Iyan Mulyana (asal Sunda), 3) Ustadz Rahmatul Fadil (asal Aceh), 4) Ustadz Muhammad Yasin (asal Tangerang), dan 5) Ustadz Urai Ibrahim (asal Kalimantan Barat).

Pembekalan

Sehari sebelumnya, para dai tersebut mengikuti pembekalan sehari di Pesantren Qalbun Salim yang berlokasi di Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Acara pembekalan dipimpin Pembina Qalbun Salim, Dr. H. Rusli Hasbi, MA, dibantu Ustadz Andi Rahman, MA dan Ustadz Najihan Maududi, MA, keduanya master bidang pendidikan agama dari UIN Jakarta. Acara sehari ini dihadiri unsur Pengawas dan Pengurus Qalbun Salim. Ikut hadir Drs. H. Rudi Chairul Lengkong (Pengawas) dan Amrizal AB, SE (salah seorang Ketua). Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB dibuka dengan tadarus Alquran dan taaruf antara peserta yang dilakukan melalui game/simulasi “siapa kamu”. Sesi kedua diisi dengan “Interfaith Dialogue”, “Pengenalan Kristologi” dan pembekalan tentang akidah dan moral yang disampaikan oleh Ustadz Andi Rahman, MA. Ini adalah sesi diskusi hingga pukul 12.00 WIB.

Pada pukul 13.30 WIB dimulai sesi ketiga berupa pelatihan khutbah dan pidato yang juga diisi oleh Ustadz Andi Rahman, MA. Da’i yang dikirim diharapkan bisa menjadi instruktur pada pelatihan khutbah di masyarakat tempat bertugas. Pada pukul 14.00 WIB acara dilanjutkan dengan sesi keempat berupa diskusi tentang etika dakwah dan metodelogi penerapannya dalam masyarakat, yang dipimpin Ustadz Najihan Maududi, MA. Acara ditutup pada pukul 15.30 WIB bersamaan dengan masuknya waktu Ashar di Jakarta dan sekitarnya. Setelah shalat Ashar, peserta berkumpul untuk merumuskan rencana dan memilih “khafilah”. Ustadz Muhammad Iskandar, hafidz 30 juz Alquran, terpilih sebagai “khalifah” atau amir kontingen.

Sesampainya di daerah, mereka terlebih dahulu diberi pembekalan tentang kondisi sosial dan adat istiadat masyarakat (jama’ah) setempat dan dipertemukan dengan para da’i “Anshar” yang akan menjadi partner mereka di lapangan. Selama beberapa hari pertama mereka akan didampingi oleh Ustadz Abdur Razaq, Ketua Tim Da’i BDI PT Arun.

Target

Para da’i memiliki target sebagai berikut:

  1. Mengajarkan Alquran untuk 50 orang yang belum bisa membaca Alquran (sampai bisa membaca dengan lancar);
  2. Mengkaderkan 10 anggota masyarakat lokal untuk menjadi guru Alquran; dan
  3. Melatih 2 (dua) orang ustadz lokal menjadi penceramah yang baik.

Selain itu, para da’i diharapkan membaur dengan masyarakat lokal dan aktif memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

btn_donatecc_lg_global

%d blogger menyukai ini: