M. Quraish Shihab: Utamakan Kelembutan dan Berita Gembira dalam Dakwah

150Prof. Dr. H. M. Quraish Shihab, MA mengatakan bahwa dakwah harus mengutamakan kelembutan dan menekankan pada penyampaian berita gembira. “Jangan selalu menakut-nakuti mereka dengan neraka,” tegas Quraish Shihab. Hal itu dikemukakan di depan ratusan hadirin pada acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang berlangsung di Qalbun Salim Center, Cilandak, Jakarta, Sabtu, 11 April 2009.  Dakwah juga membutuhkan izin Allah untuk berhasil. Walaupun kita sudah berusaha maksimal dalam melaksanakan dakwah, tidak ada yang menerimanya kecuali dengan izin Allah. Oleh karena demikian, menurut Penasihat Yayasan Ihya’ Qalbun Salim (Qalbun Salim) ini,  dai perlu mengedepankan kesabaran dalam hidupnya.

Pada kesempatan itu juga diadakan kegiatan penggalangan dana wakaf dan infak dalam rangka pengadaan lahan untuk sebuah pusat pendidikan Qalbun Salim yang bertujuan mencetak kader ulama yang berkualitas.

099Dalam sambutan dan orasinya, Pembina Qalbun Salim Dr. H. Rusli Hasbi, MA menyampaikan harapannya agar lahan seluas 5.000 m2 di Jakarta dapat segera diwujudkan. Kegiatan pengajian yang dirintisnya sejak enam tahun silam telah berkembang menjadi sebuah jejaring yang meliputi lebih dari 10.000 jamaah dari dalam dan luar negeri. Di samping itu, kegiatannya telah mencetak banyak kader. Untuk lebih merapikan organisasi pendidikan yang berada di bawah bimbingannya, Dr. Rusli Hasbi, MA mendirikan Yayasan Ihya’ Qalbun Salim pada 22 Januari 2008. Sejak itu dia giat mengajak kaum muslimin untuk membantu kegiatan dakwahnya.

Dalam proposal tertulis yang dibagikan kepada hadirin, Dr. Rusli menyampaikan kegelisahannya atas berbagai tindakan pendangkalan akidah dan perusakan moral di tengah masyarakat. Pornografi dan pornoaksi semakin meraja lela. Kemusyrikan menjadi tontonan setiap hari. Pada saat yang sama, kehadiran para dai bukannya menyelesaikan masalah, tapi justru menimbulkan masalah baru. Oleh karena demikian, salah satu hal mendesak yang harus digarap menurutnya adalah pembinaan para kader ulama dengan sebaik-baiknya.

%d blogger menyukai ini: